Apa Itu Cache Website?
unsplash.com

APA ITU CACHE WEBSITE – Pernahkah Anda meninggalkan situs web karena terlalu lama? Ya, ini jelas merupakan masalah besar bagi pemilik situs web. Tapi jangan khawatir, ada banyak solusi untuk masalah ini, salah satunya akan dijelaskan dalam artikel ini: Web Cache. Inilah web cache  dan cara menggunakannya.

APA ITU CACHE WEBSITE – Pertama, mari kita lihat apa arti cache. Cache web merupakan fungsi yang digunakan untuk menyimpan data di server untuk nanti digunakan.

Saat Anda memuat situs, fungsi cache web mengumpulkan semua data situs web, mengubahnya menjadi file HTML, dan kemudian memuatnya di browser.

Lain kali Anda membuka situs web, cache akan membuka salinan yang disimpan. Dengan demikian, server bisa lebih cepat dan tidak overload. Tentu saja, ketika sebuah situs web diperbarui, proses ini berulang. Ada dua hal yang perlu diingat: Pertama, tidak setiap situs web menggunakan cache.

Kedua, cache dapat kedaluwarsa atau dihapus secara manual.

Jika Anda menggunakan Google Chrome dan ingin mengosongkan cache, klik menu tiga titik di kanan atas halaman dan pilih Riwayat (atau tekan Ctrl + H). Kemudian klik Hapus Data Penjelajahan. Setelah itu, aktifkan opsi yang Anda inginkan lalu pilih Hapus data.

Mengapa Cache Web Penting?
Web caching memainkan peran penting dalam kecepatan loading sebuah situs web. Hal ini dapat meningkatkan kinerja website karena nantinya pengunjung tidak perlu menunggu lama sampai website tersebut loading penuh.

Pemrosesan permintaan HTTP yang lebih sedikit berarti bahwa situs web menggunakan lebih sedikit bandwidth. Ini bisa menjadi hal yang baik untuk Anda, terutama jika Anda memiliki sumber daya yang terbatas.

Jenis-Jenis Web Caching
Sekarang setelah Anda mengetahui apa itu cache web, mari kita bicara tentang jenisnya. Ada dua jenis cache web. Jenis web cache yang pertama adalah cache sisi server dan yang lainnya adalah browser-side caching.

Browser-side caching terjadi ketika Anda mencoba memuat situs web yang sama dua kali. Pertama, situs web mengumpulkan data untuk memuat halaman. Setelah diunduh, browser menjadi lokasi penyimpanan sementara untuk data tersebut.

Server-side caching mengadaptasi konsep yang sama dengan cache sisi browser. Perbedaannya adalah di mana data disimpan di server. Server-side caching juga bervariasi karena dapat menyimpan lebih banyak data.

Karena server digunakan untuk menyimpan cache,  server-side caching Memiliki sistem cache yang berbeda. Terdapat fragment caching, object caching, dan full-page caching. Sederhananya, cache halaman penuh menyimpan semua halaman web. Ini berguna saat traffic halaman sedang tinggi.

Sedangkan, object caching digunakan untuk menyimpan bagian-bagian situs yang berada di lokasi yang berbeda. object caching serupa dengan Fragment caching, namun menargetkan bagian tertentu dari situs web, layaknya widget dan ekstensi.

Menggunakan Cache Web di Situs WordPress
Sejauh ini kita sudah mengetahui apa itu web cache dan apa jenisnya. Sekarang kita akan membahas penggunaannya. Caching web dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja situs WordPress.

Plugin yang tersedia mudah dipasang dan digunakan, sehingga Anda dapat menggunakannya dengan mudah. Tetapi ingat untuk hanya menggunakan plugin caching untuk memastikan situs Anda berfungsi dengan baik. Berikut ini merupakan beberapa plugin cache WordPress yang umum digunakan:

  1. W3 Total Cache

W3 Total Cache adalah salah satu plugin cache WordPress gratis yang paling populer. Ekstensi ini cocok untuk pengguna yang ingin mencoba berbagai jenis web caching. Plugin ini menawarkan segalanya mulai dari cache halaman hingga fragment caching.

  1. WP Super Cache

WP Super Cache menawarkan cara unik untuk men-cache situs web. Plugin ini memiliki tiga kategori sistem penyimpanan cache: cache ahli, cache sederhana dan WP. Model sederhana menggunakan PHP untuk membuat file statis. Para ahli menggunakan Apache mod_rewrite, dan WP-Cache-Caching menggunakan halaman dari pengguna sebelumnya.

  1. Autoptimize

Plugin cache WordPress ini merupakan plugin yang berfokus pada gaya dan skrip. Modelnya cukup sederhana dan lugas karena Anda hanya perlu diberikan opsi untuk mengoptimalkan HTML, Javascript, dan CSS situs web Anda. 

Kesimpulan
Sekarang Anda tahu apa itu cache situs web, jenisnya, dan cara menggunakannya. Menjadi cache situs web adalah fitur penting yang membuat pemuatan situs web lebih cepat.

Untuk memastikan situs WordPress Anda menggunakan web caching yang berfungsi penuh, gunakan hosting WordPress dengan fungsi cache internal atau gunakan Plugin guna mempermudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *