MENGENAL APA ITU FRAMEWORK
https://unsplash.com/photos/m_HRfLhgABo

MENGENAL  APA ITU FRAMEWORK – Framework atau (kerangka kerja) merupakan istilah yang sangat sering muncul di dalam dunia developer. Istilah tersebut memiliki fungsi yang sangat signifikan bagi pengembangan kode program secara terstruktur. Kini, seorang developer khususnya dalam bidang web development diwajibkan untuk mempelajari dan menggunakan sebuah kerangka kerja dalam pembuatan program perangkat lunak.

MENGENAL  APA ITU FRAMEWORK – Kelebihan lainnya adalah untuk mengembangkan program perangkat lunak dengan penyusunan kode secara terstruktur dan konsisten. Kode yang baik tentu saja merupakan kode yang dapat dipahami oleh mesin serta pengembang (developer) itu sendiri.

MENGENAL  APA ITU FRAMEWORK – Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu framework dan juga jenis – jenisnya. Untuk jenis dari framework itu sendiri lebih menekankan pada web development. Mula – mula, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai apa itu framework.

Pengenalan Apa Itu Framework?
Pertama – tama, kita harus mengenal terlebih dahulu apa itu framework beserta fungsi – fungsi apa saja yang dimilikinya. Nah, dengan demikian Anda akan mulai memahami tujuan dari penggunaannya dalam pengembangan website ataupun perangkat lunak.

1. Pengertian Framework
Framework adalah kerangka kerja untuk mengembangkan aplikasi berbasis website maupun desktop. Kerangka kerja ini sangat memudahkan seorang developer dalam menuliskan sebuah kode program  dengan lebih terstruktur dan tersusun rapi.

Kerangka kerja diciptakan guna mempermudah kinerja dari programmer. Jadi, seorang programmer tidak perlu lagi untuk menuliskan kode secara berulang – ulang. Sebab, di dalamnya sendiri Anda hanya perlu menyusun algoritma dan komponen – komponen pemrograman saja.

2. Fungsi Framework
Sebagai developer atau pengembang website, tentu harus tahu tujuan dari penggunaan framework untuk kepentingan pembuatan program aplikasi. Sehingga, dalam proses pengerjaan aplikasi dapat dilakukan dengan bantuan framework yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Berikut ini merupakan beberapa fungsi framework dalam web development.

Fungsi dari framework yang utama ialah membuat source code menjadi lebih terstruktur. Terstruktur di sini artinya, program yang dibuat akan diinputkan ke dalam setiap komponen sesuai dengan fungsinya masing – masing.

Contoh kode program yang terstruktur dapat dilihat dari framework PHP yaitu Laravel yang menggunakan konsep paradigma MVC (Model, View, Controller). Ada tiga komponen utama untuk mengembangkan website dengan menggunakan model framework tersebut.

Model diibaratkan sebagai tempat atau wadah dalam menampung kode program berupa algoritma pemrograman serta penghubung database aplikasi. View diibaratkan sebagai wadah dalam menampung kode program untuk membuat tampilan yang nantinya akan diperlihatkan kepada customer/client. Terakhir, Controller berfungsi untuk menghubungkan Model dan View agar menjadi sebuah website secara keseluruhan.

Dapat dikatakan juga, Model di sini untuk menangani tugas dari back end. Sedangkan, View untuk menangani tugas dari sisi front end. Dengan adanya konsep paradigma MVC tersebut, membuat kode program tersusun dengan rapi serta mempercepat kinerja dari developer.

Fungsi yang kedua tentunya membantu kinerja dari developer itu sendiri. Pada fungsi yang kedua ini, Anda pasti sudah berpikir bahwa sebenarnya dalam membangun sebuah program aplikasi dapat dilakukan tanpa menggunakan bantuan framework. Tentu saja bisa dilakukan jika proyek yang ditangani dalam ruang  lingkup kecil.

Apabila Anda membangun sebuah aplikasi atau tampilan website untuk sebuah perusahaan atau organisasi atau instansi yang besar tentu saja hal tersebut tidak disarankan bahkan mindset tersebut harus segera diubah. Framework dibuat untuk mempermudah kinerja dari seorang developer dalam segi efisiensi waktu serta resource yang diperlukan.

Dan juga, apabila dikerjakan oleh banyak tim, maka framework akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas kerja dan sinkronisasi. Masing-masing developer dapat langsung memahami dan mengerjakan tugasnya masing – masing tanpa perlu memeriksa satu persatu komponen baik dari segi back end maupun front end.

Selain mempermudah kinerja dari seorang developer, ditinjau dari segi keamanan website maupun software juga akan terjamin. Sebab, dalam framework telah diidentifikasi oleh banyak developer ahli dari berbagai negara.

Kemudian framework juga memiliki beberapa versi yang tentunya diperbarui dari segi fungsionalitas dan mengurangi error. Keamanannya selalu diperbarui dan dipantau agar tidak ada masalah yang lebih serius seperti peretasan atau peretasan data di situs web.

Jika Anda tertarik dengan sistem keamanan aplikasi, Anda juga bisa belajar tentang Cyber Security. Beberapa perusahaan dan startup memiliki berbagai peran yang berfungsi dan mengatasi masalah sistem keamanan perangkat lunak.

Jika Anda ingin menambahkan atau mengurangi beberapa fitur dari website yang anda buat, maka dengan menggunakan framework inilah Anda dapat melakukan hal tersebut. Mengapa demikian? Contohnya, framework Laravel sendiri memiliki fitur atau fungsi untuk melakukan maintenance pada program.

Dengan melakukan maintenance, anda dapat memodifikasi versi website tersebut dan menambahkan beberapa fitur atau fungsi dengan lebih mudah dan aman. Jadi, ketika ada perbaikan pada website, maka pengguna akan menerima notifikasi atau pesan bahwa website masih dalam perbaikan.

Selanjutnya, dari segi dokumentasi juga lebih terstruktur. Di sini, Anda akan sangat kerepotan apabila dalam proses dokumentasi tidak menggunakan bantuan framework. Dalam kerangka kerja, setiap dokumen aplikasi yang dibuat dapat diidentifikasi dengan cepat dan mudah

Fungsi terakhir adalah untuk mempercepat proses pembuatan website. Dalam hal ini, bukan berarti membuat website yang bagus itu cepat saja. Namun, proses pembuatan dapat dikerjakan dengan lebih cepat dan menghasilkan produk yang berkualitas juga memenuhi kebutuhan kebutuhan customer.

Seorang developer, dapat mengembangkan aplikasi dengan menggunakan komponen – komponen yang telah tersedia di dalam framework. Ini berarti bahwa kode program tidak harus disusun ulang dari awal.

 

Jenis Framework untuk Web Development
Setelah mempelajari apa itu framework beserta fungsinya, berikutnya kita akan mengenal beberapa contoh yang sering digunakan dalam pengembangan website. Berikut ini merupakan beberapa jenis framework bahasa pemrograman CSS, JavaScript, dan PHP. Dan pada umumnya sering digunakan dalam pengembangan sebuah website.

1. Framework CSS
CSS (Cascading Style Sheet) adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat tampilan atau layout dari pada HTML agar lebih cantik dan menarik. CSS selalu digunakan untuk tim front end dalam membuat tampilan website yang menarik. Di bawah ini merupakan beberapa framework dari CSS.

● Bootstrap

Bootstrap ini adalah framework CSS yang paling sering digunakan oleh para developer. Tampilan bootstrap menampilkan kesan modern, elegan dan dinamis, dan lebih user friendly. Dan juga, bootstrap menyediakan tampilan yang responsive saat diakses melalui ponsel.

● Foundation

Framework ini cukup banyak digunakan karena memiliki keunggulan dalam hal fungsionalitas. Foundation dapat bekerja dalam segala browser serta kaya akan fitur atau fungsi seperti halnya Bootstrap.

● Semantic UI

Semantic UI ini memiliki keunggulan dalam hal penulisan class yang lebih mudah. Selain itu, framework yang satu ini juga menawarkan fitur yang user friendly serta komponen yang lengkap.

● Bulma

Banyak developer yang belum mengenal Bulma. Namun, framework ini mempunyai keistimewaan dalam hal tata letaknya yang berbasis flexbox, sehingga mempermudah developer dalam mengatur tampilan dalam bentuk responsive.

● Materialize

Yang menarik dari framework yang satu ini adalah dapat digunakan pada website secara umum dan platform Android. Tentu saja dalam hal ini, mencakup tampilan website yang responsive serta memiliki fitur yang beragam.

2. Framework JavaScript
JavaScript (JS) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan oleh front end untuk membuat tampilan website menjadi lebih interaktif. Website yang terlihat kompleks tentu saja harus menyajikan performa dan pengalaman yang baik bagi pengguna. Dengan menggunakan JavaScript, membuat website Anda terlihat lebih dinamis.

JavaScript sendiri merupakan bahasa pemrograman yang berjalan di sisi front end dan tergolong dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi. Kemudian, dapat bekerja di sisi front end juga back end. Berikut ini merupakan beberapa framework dari JS.

● AngularJS

AngularJS adalah framework JavaScript yang bekerja di sisi client dengan menggunakan konsep paradigma MVC untuk membuat tampilan website menjadi lebih dinamis. Saat ini, AngularJS bersifat open source juga sepenuhnya didasarkan pada HTML dan JavaScript. AngularJS ini, dapat mengubah HTML statis menjadi HTML dinamis.

● ReactJS

Merupakan framework yang dikembangkan oleh Facebook. ReactJS merupakan library front end yang memungkinkan untuk membangun komponen UI dapat digunakan kembali. ReactJS dapat digunakan secara multi platform (website maupun mobile) yang merupakan salah satu kelebihan dari ReactJS.

● Vue.js

Vue.js adalah framework yang bersifat open source dan progresif untuk membangun antarmuka pengguna (User Interface). Kelebihannya adalah terletak pada proses integrasi dalam project dengan menggunakan library JavaScript yang dibuat lebih mudah.

● Node.js

Node.js merupakan framework yang berjalan di sisi backend (server) dan bersifat open source, juga cross-platform dalam mengeksekusi kode. Node.js juga memungkinkan developer dalam menggunakan JavaScript untuk membuat konten halaman pada web secara dinamis sebelum dikirim ke web browser pengguna.

● EmberJS

Menggunakan pola MVVM (Model – View – View – Model). Artinya, developer dapat mengembangkan website juga meningkatkannya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, EmberJS juga termasuk kedalam framework JavaScript yang bersifat open source.

3. Framework PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berjalan di sisi server dan selalu digunakan oleh tim backend. di bawah ini merupakan beberapa framework PHP yang sering digunakan dalam membantu pengembangan website.

● CodeIgniter (CI)

CodeIgniter adalah framework PHP yang menggunakan arsitektur berbasis kepada MVC. Lebih detailnya, pada CI menggunakan komponen yang berbeda dalam mengelola tugas pengembangan website. Keunggulan dari CI terletak pada performa kinerjanya yang ringan dan dapat diandalkan.

● Laravel

Laravel adalah salah satu framework PHP yang memiliki sintaks yang mudah dimengerti dan digunakan. Laravel juga terintegrasi dengan library dan platform dari pihak ketiga, yaitu AWS (Amazon Web Services). Dan yang paling penting di sini, dari segi performa memiliki core yang dapat diandalkan dengan menggunakan add – ons.

● Symfony

Framework ketiga yang sering digunakan adalah Symfony. Symfony pun memiliki fleksibilitas yang baik. Kelebihan utama apabila Anda menggunakan framework ini adalah sudah tersedia fungsionalitas testing bawaan untuk mengecek apakah program berjalan dengan normal atau tidak.

● Phalcon

Phalcon memiliki perbedaan dalam hal penulisan kode program. Dalam kasus ini, menggunakan bahasa pemrograman C ekstensi dari PHP. Phalcon ini  juga adalah framework PHP tercepat dan memiliki performa kinerja yang baik.

● Zend

Zend adalah framework yang berparadigma OOP (Object Oriented Programming) yang berarsitektur MVC. Fungsionalitas yang dimiliki Zend mempermudah Anda untuk dapat fokus pada komponen dan fungsi yang dibutuhkan. Zend sering disebut sebagai kerangka kerja “Glue”, sebab sifatnya yang berbasis komponen,.

Kesimpulan