MITOS SEPUTAR KARIR PROGRAMMER
pexels.com

MITOS SEPUTAR KARIR PROGRAMMER – Apa yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar kata programmer? Apakah Anda menganggapnya sebagai pekerjaan yang menyulitkan? Agar tidak membingungkan Anda, dalam artikel ini saya mengumpulkan berbagai mitos tentang pekerjaan programmer.

MITOS SEPUTAR KARIR PROGRAMMER – Ada juga penjelasan fakta. Setelah membaca semuanya, Anda tidak perlu ragu untuk mengambil keputusan menekuni profesi yang satu ini.

Yuk simak informasinya!

  1. Harus Memiliki Gelar IT

Ada mitos umum tentang programmer yang berurusan dengan gelar sarjana. Anda tidak harus menjadi lulusan IT untuk melakukan pekerjaan ini.

Sekarang, saat menulis DevMountain, Anda hanya membutuhkan keterampilan yang diperlukan. Untuk membuat perekrut lebih percaya diri, kemampuan ini juga dapat ditunjukkan dengan mengerjakan portofolio.

Jika Anda tidak tahu harus mulai dari mana untuk meningkatkan keterampilan Anda, maka tidak perlu khawatir. Di Bootcamp Anda dapat belajar pemrograman dari nol hingga profesional hanya dalam 4 bulan.

Anda tidak hanya mengajarkan keterampilan pemrograman, Anda tahu. Anda juga akan dipandu untuk membuat resume dan mempersiapkan diri untuk wawancara sampai Anda memiliki kesempatan untuk membuat portofolio.

  1. Harus Memiliki Pengalaman Kerja yang Relevan

Anda bisa menjadi seorang programmer bahkan jika Anda tidak memiliki pengalaman kerja yang relevan. Jadi cobalah untuk membuat portofolio untuk menunjukkan keahlian Anda.

Lakukan saja proyek Anda sendiri. Kemudian ceritakan pekerjaan saat mendaftar untuk posisi tersebut. Anda memiliki pekerjaan nyata untuk meyakinkan perekrut.

  1. Hanya Seorang Jenius yang Bisa Menjadi Seorang Programmer

Banyak yang menganggap hanya pemenang kelas atas, siswa kelas atas, dan jenius yang dapat bekerja di bidang TI. Ini adalah mitos berikutnya dari seorang programmer karir.

Orang yang cerdas dapat melakukan berbagai pekerjaan dengan lebih mudah, termasuk programmer. Namun, istilahnya tidak boleh menjadi orang yang sangat cerdas.

Hacker Noon menulis bahwa programmer harus mau belajar. Keterampilan ini memungkinkan Anda untuk belajar dari kesalahan. Akhirnya, Anda akan lebih terampil dalam bekerja setiap hari.

  1. Harus Cerdas Secara Matematis

Ada banyak hal yang harus dilakukan dengan pemrograman di dunia matematika. Maka muncullah mitos pemrograman yang satu ini.

Memang, saat menulis Telegraph, pemrograman membutuhkan pemahaman matematika. Sebaliknya, ini adalah matematika tingkat dasar.

Keterampilan matematika menengah dan lanjutan hanya diperlukan untuk cabang program tertentu, seperti: B. pemrograman game.

  1. Membosankan dan Tidak harus kreatif

Ada yang beranggapan bahwa berkarir di dunia IT sangat membosankan dan tidak membutuhkan kreativitas. Ini adalah salah satu mitos tentang pekerjaan programmer.

Untuk melakukan tugas ini, Anda harus menjadi orang yang kreatif. Kebutuhan akan kreativitas ini tentu berbeda dengan seorang desainer. Pemrogram membutuhkan kreativitas teknis untuk membawa semua orang dapat mempelajari kode ke pasar.

Keterampilan ini diperlukan untuk membuat web atau aplikasi. Kami memberikan detail untuk klarifikasi. Misalnya, Anda kehilangan kunci di dalam koper. Bahkan, ada hal-hal yang Anda butuhkan saat ini. Anda memiliki beberapa alat: tang, gunting, tali, sendok, sabun mandi

Untuk membuka koper, Anda harus memilih alat yang tepat. Dengan begitu, Anda bisa mengakses barang-barang di dalamnya dengan cepat. Jadi, memilih alat ini membutuhkan kreativitas teknis.

Ya, ada skenario serupa juga di dunia pemrograman. Beberapa bahasa pemrograman hanya memiliki 20 kata. Untuk membuat perangkat lunak dan situs web berkualitas, Anda harus bisa berpegang pada kata-kata itu. Pilihan ini tentu membutuhkan kreativitas teknis.

  1. Bekerja Sendiri di depan Komputer

Dia mengatakan bahwa programmer tidak perlu memiliki keterampilan kolaborasi karena mereka dapat bekerja sendiri. Faktanya, tidak, Anda tahu. Mitos pemrograman ini tidak sepenuhnya benar, karena semakin lama perangkat lunak ada di dunia ini, semakin rumit.

Mengandalkan Techcrunch, pengembangan perangkat lunak membutuhkan kolaborasi banyak programmer. Misalnya, software harus dibuat dengan ilmu A, B, C dan D harus dibuat. Sayangnya, sulit menemukan programmer yang bisa melakukan keempatnya.

Sebagai solusi, dibentuklah tim programmer yang anggotanya memiliki keahlian yang berbeda-beda. Ada yang menguasai bidang A, B, C dan D. Keempatnya harus bekerja sama agar software yang mereka buat berkualitas tinggi.

Ini adalah mitos tentang pekerjaan pemrograman, lengkap dengan kenyataan. Kini Anda tak perlu ragu untuk menekuni karir pertama ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *