Penemuan teknologi hologram

Penemuan teknologi hologram ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah film. Dan lagi, salah satu film paling terkenal yang kita tahu tentang teknologi yang tinggi tentunya adalah film Iron Man. Seperti Tony Stark, dia menggunakan teknik yang disebut hologram untuk berinteraksi dengan komputer yang digunakan sebagai asisten pribadi. Ada dua jenis hologram dalam film Iron Man, yaitu hologram 2D dan hologram 3D. Apa yang disebut dengan hologram 2D atau 3D bertindak sebagai antarmuka antara Tony Stark dan asisten komputer pribadinya, Jarvis. Hologram 3D digunakan untuk menampilkan detail dari konsep baju besi Iron Man.

Teknologi hologram merupakan teknologi rekayasa optik. Teknik ini sebenarnya dikembangkan oleh seorang fisikawan Hungaria bernama Dennis Gabor pada akhir tahun 1940-an. Dennis dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1971 untuk karyanya dalam menemukan dan mengembangkan metode holografik. Oleh karena itu, teknologi holografi Dennis menggunakan metode yang disebut holografi elektronik.

Perkembangan selanjutnya mengarah pada penemuan teknologi hologram transmisi, teknologi holografik lain yang biasa disebut sebagai hologram pelangi. Pelangi holografik yang ditemukan oleh Dr. Stephen Benton dari MIT pada tahun 1968. Hologram pelangi sering ditemukan pada label yang dapat menjamin keandalan suatu produk.

Teknologi hologram sebagai kerumunan yang diinginkan berikutnya. Jika Anda pernah menonton film “Iron Man”, sang protagonis sering terburu-buru mengerjakan karya dengan hologram yang bisa disentuh dan digeser maju mundur. Dan sekarang, teknologi bukan hanya mimpi.

Holografi adalah ilmu dan praktik membuat hologram. Hologram biasanya adalah rekaman fotografi bidang cahaya dan digunakan untuk menampilkan gambar tiga dimensi lengkap dari subjek holografik, daripada gambar yang dibentuk oleh lensa. Itu dapat dilihat tanpa menggunakan kacamata khusus atau sistem optik lainnya.

Jika kamu melihat hologram ini dari sudut pandang yang berbeda, kamu akan melihatnya seperti tampilan yang nyata. Beberapa hologram tampak bergerak jika dilihat dari sudut yang berbeda saat mereka lewat. Orang lain mengubah warna atau tampilan objek yang termasuk sangat berbeda, tergantung tampilan Anda.

Holografi dimulai pada tahun 1947, ketika ilmuwan Inggris Dennis Gabor (dari Hongaria) mengembangkan teori holografi sambil mencoba meningkatkan resolusi mikroskop elektron. Pengembangan lebih lanjut di bidang ini dicegah pada dekade berikutnya, karena sumber cahaya yang tersedia saat ini tidak “koheren” (satu warna atau satu warna, satu titik, satu panjang gelombang).

Holographic interferometry

Interferometri holografi adalah aplikasi teknologi holografik yang memungkinkan Anda membuat simulasi visual atau buatan objek dengan efek. Dengan teknik ini, objek mengalami dua eksposur. Untuk mengubah visualisasi objek.

Proses pencahayaan awal membutuhkan objek untuk diperbaiki. Pada proses iluminasi kedua, objek dikenai pemberian bentuk fisik sesuai dengan bentuk aslinya.

Selama proses tersebut, hologram kemudian menggambar sejumlah garis, yang keduanya juga diagonal, yang menembus objek. Garis tersebut diubah menjadi garis kontur yang sama pada peta. Peta visual ini sangat bergantung pada outline karena outlinelah yang memberikan bentuk fisiknya. Jika terjadi kesalahan pada proses pertama, maka akan mempengaruhi hasil dari pembuatan peta visual.

Interferometri holografi mencakup tiga jenis:

Interferometri holografi digunakan dalam industri manufaktur. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan atau kegagalan produk. Di masa depan, dimungkinkan untuk berkomunikasi menggunakan teknik ini serta video dan gambar 2D. Monster, salah satu perusahaan di Jakarta, memiliki hologram 3D sebagai salah satu layanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *