Teknologi 5G di Indonesia

Teknologi 5G di Indonesia Secara khusus, perkembangan teknologi komunikasi bergerak mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perkembangan ini, telepon seluler tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga sarana komunikasi dan hiburan. Di beberapa negara di dunia, generasi ke-5 (5G) baru-baru ini diperkenalkan. Saat ini Indonesia baru memiliki layanan 4G. Meski masih mendominasi jaringan seluler terkini, Gold Frequency Priority mendukung kehadiran 5G pada koneksi berkecepatan tinggi. Ini juga menjadi pertanyaan kapan teknologi 5G akan tersedia di Indonesia.

Menkominfo memprioritaskan frekuensi emas yang saat ini digunakan untuk siaran di 700MHz. Penggunaan dividen digital pada frekuensi 700 MHz sesuai dengan kebijakan penyelenggaraan spektrum internasional bersifat eksklusif untuk pita lebar. Layanan broadband merupakan kebutuhan dasar masyarakat saat ini, ekonomi digital, layanan publik, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Jadi, apa spektrum frekuensi emas broadband?

Perkembangan teknologi dan konvergensi untuk layanan broadband Hasil dari tuntutan di masyarakat cepat dari permintaan pasar. Upaya penyesuaian frekuensi radio secara bertahap dan berkesinambungan setiap tahun dalam rangka mengatasi krisis spektral. Hal tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan broadband (4G) Indonesia. Apakah frekuensi emas spektrum broadband dijamin berkualitas tinggi?

Menurut sebuah studi pada tahun 2020 tentang  frekuensi emas untuk meningkatkan kualitas broadband seluler diprediksi oleh munculnya teknologi 5G yang dapat menyediakan lebih banyak konektivitas daripada sebelumnya. Pasalnya, jaringan menghubungkan hampir semua elemen. Pada saat yang sama dengan orang, benda, mesin, perangkat digital. Johnny Gerald Plate (2021), Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan proses restrukturisasi atau rekonstruksi spektrum dilakukan untuk membuat layanan 5G lebih efisien.

Forbes melaporkan pada Rabu (18 November 2019) akan mampu menghadirkan teknologi data 5G ke 1.000.000 perangkat per kilometer persegi, dibandingkan dengan jaringan 4G yang hanya 100.000 perangkat per kilometer persegi. Sangat cepat dengan konektivitas potensial dan fitur prioritas. Teknologi 5G menjadi prioritas utama untuk mencapai perkembangan yang maksimal dengan mengimplementasikan infrastruktur Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan di hampir semua bidang. Terutama di bidang transportasi, industri, logistik, manufaktur, kesehatan dan keselamatan publik.

Perkembangan teknologi yang mengutamakan frekuensi emas di beberapa negara sekitar dapat mempercepat implementasi teknologi 5G di kawasan tersebut. Menurut laporan beberapa media massa kenamaan pada (2020), teknologi 5G tersedia di 378 kota di 34 negara di seluruh dunia. Korea Selatan, Cina, dan AS adalah tiga negara teratas dalam teknologi 5G. Teknologi 5G belum pernah ada di Indonesia. Namun, itu hanya tersedia selama Asian Games 2018.

Keempat pilar global ini didukung oleh percepatan transformasi digital Kominfo. Percepatan ini merupakan Pilar pertama dari infrastruktur digital yang lebih akurat dan inklusif diluncurkan dan yang kedua adalah pengembangan literasi digital dan sumber daya manusia sebagai sarana untuk meningkatkan dan melatih talenta digital Indonesia. Pilar ketiga mendukung teknologi dan pilar keempat terutama di bidang ICT. Menteri Komunikasi dan Informatika menekankan keseriusan pemerintah Indonesia dalam upaya mendorong inovasi. Hal ini ditunjukkan dengan disahkannya Omnibus Indonesia tentang penciptaan lapangan kerja dengan undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja: undang-undang no. 11 tahun 2020.

Dengan diperkenalkannya 5G di Indonesia, transfer teknologi dipercepat untuk meningkatkan transformasi digital di 4 sektor strategis. Untuk mendukung era teknologi 5G, sangat dibutuhkan keterampilan Digital Talent Scholarship (DTS) untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Adopsi dan inovasi teknologi lebih karena keberadaan 5G karena kekuatan 5G itu sendiri. Meningkatkan tidak hanya pengalaman komunikasi manusia, tetapi juga komunikasi mesin-ke-mesin untuk komunikasi antar mesin. 

Saat ini pemerintah akan memprioritaskan penerapan dari frekuensi emas teknologi 5G di Indonesia  mulai tahun 2021. Pada tahap awal, teknologi 5G tersedia dan terbatas di beberapa daerah. Instalasi berfokus pada kawasan industri, pariwisata dan kota-kota mandiri. Prioritas frekuensi emas menekankan pada ukuran teknologi 5G, perangkat yang digunakan harus kompatibel dan mendukung. Jaringan 5G tergantung pada penyedia layanan di area tersebut.

Teknologi 5G yang diperkenalkan menunjukkan fungsionalitas lengkap yang tidak sesuai dengan kebutuhan ponsel. Spesifikasi produk seluler menjadi semakin penting saat mengintegrasikan fungsionalitas pada seluler 5G. Jadi, lebih baik menunggu teknologi 5G dengan fitur-fitur yang dibutuhkan. Dia mengharapkan kecepatan yang lebih tinggi dan latency sangat sedikit dari teknologi 5G dari sebelumnya. Menkominfo juga berharap masyarakat dapat berbagi wawasan, data dan pengalaman dalam menggunakan teknologi 5G untuk mempercepat transformasi digital, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Jadi tidak salahkah jika kita mendekati teknologi 5G secara mendetail? maka dari itu kita tunggu saja perkembangan teknologi 5G ini.