Teknologi Radio

 

Radio adalah sebuah teknologi transmisi sinyal yang melalui modulasi dan radiasi elektromagnetik (atau disebut juga gelombang elektromagnetik). Gelombang tersebut melintas dan merambat melalui udara dan dapat juga merambat melalui ruang hampa, karena gelombang tidak memerlukan media pembawa (seperti molekul udara). Kini kita dapat mendengarkan radio melalui smartphone, tidak seperti sebelum abad ke-20, ketika konsep teknologi radio masih dianggap fiksi.

 

Sejarah Radio

Teknologi

Pada tahun 1878, David E. Hughes sebagai orang yang pertama kali mengirim dan menerima gelombang radio ketika mereka mengetahui bahwa keseimbangan telepon yang ditimbulkan mengganggu. Dia mempresentasikan temuannya kepada Keluarga Kerajaan pada tahun 1880, tetapi diberitahu bahwa itu hanya sebuah induksi.

 

Heinrich Rudolf Hertz yang antara tahun 1886 dan 1888 adalah orang pertama yang membuktikan teori Maxwell secara eksperimental, menunjukkan bahwa radiasi radio memiliki semua sifat gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian) dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat dirumuskan dalam persamaan turunan parsial, yang disebut Persamaan gelombang

 

Radio satelit

 

Dengan munculnya siaran radio berbasis satelit (satelit radio broadcasting), teknologi penyiaran mengalami revolusi. Cerita dimulai di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1992. Saat itu FCC (Federal Communications Commission), otoritas pengatur telekomunikasi di AS, memiliki spektrum di pita frekuensi “S” (tentang layanan radio audio digital) . / DAR). Hanya empat perusahaan yang mengajukan izin untuk menyiarkan.

 

Penggabungan Radio seluler

 

Berkat kombinasi teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dengan teknologi ponsel, kemudahan berbagai tujuan dapat diakses melalui ponsel. Teknologi RFID diterjemahkan melalui situs resmi RFID sebagai terminologi umum untuk menggambarkan sistem transmisi identitas (Auto ID) secara nirkabel melalui gelombang radio. ID Otomatis ini mencakup kode batang, pembaca karakter optik, dan beberapa teknologi biometrik seperti pemindai mata retina. Teknik Auto-ID ini digunakan untuk mengurangi biaya tenaga kerja, menghemat waktu, dan membuat akurasi data lebih akurat daripada cara manual.

 

Radio Phone

 

Pada prinsipnya, RFID adalah sebuah microchip yang dapat merespon sinyal radio dengan pemancar jarak jauh. Dengan antena terpasang – yang juga mikro – mayoritas RFID dapat digunakan tanpa baterai karena untuk bereaksi, RFID menggunakan sumber listrik dari sinyal radio. Dengan ringkasan proses ini, maka tidak mengherankan jika perusahaan dengan proses pemantauan barang curah seperti supermarket memanfaatkan teknologi ini. Manfaat RFID ini kemudian menggelitik minat vendor ponsel untuk memasangkannya dengan handset.